※ Sekretariat : Jl. Melati Raya Blok i5 No. 10 Perumahan Taman Raya Bekasi ※

Sabtu, 02 September 2017

DKM Daarul Khairat : "IDUL ADHA 1438"

Menyaksikan ketaatan keduanya, Jibril datang dari syurga membawa seekor qibasy, kagumlah ia seraya terlontar darinya ucapan “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!"
Ibrahim menyambutnya“Laa ilaah illallah Wallahu akbar!”. Yang kemudian disambung oleh Ismail dengan “Allahu Akbar, Walillahil hamd!"
(http://rasyidwidada.blogspot.co.id/idul-adha-napak-tilas-keteguhan-nabi)
 
Idul Adha (Hari Raya Kurban) sejatinya merupakan kontinuitas "jalan kesalehan sosial spiritual" dari Idul Fitri. Jika Idul Fitri merupakan manifestasi kemenangan atas nafsu, egoisitas dan individualitas maka Idul Adha merupakan manifestasi dari ketulusan berkorban, kerendahhatian untuk melakukan refleksi historis dalam menapaktilasi kisah keteguhan Ibrahim 'Alaihissalam beserta istrinya, Hajar, dan anaknya, Ismail Alaihissalam, sekaligus memaknai nilai-nilai spiritual dari manasik haji.
(Muhbib Abdul Wahab, UIN Syarif Hidayatullah & UMJ dalam Idul Adha dan Pendidikan Multikultural-Republika)

Idul Adha berasal dari kata 'Id yang berarti kembali, dan Adha yang berarti berkurban atau menyembelih hewan yang biasa digunakan untuk berkurban, seperti: unta, sapi, domba dan kambing
Kata kurban sendiri berasal dari kata qurba, yang berarti: dekat. Dengan demikian kurban pun dapat dimaknai mendekatkan diri kepada Alloh Subhanahu wa Ta'ala.
*****

DKM-DK. Kamis malam 10 Dzulhijjah 1438 ditengah gema takbir, tahlil dan tahmid yang dilantunkan oleh anak-anak, Panitia Idul Adha Masjid Jami Daarul Khairat sibuk menyiapkan berbagai kelengkapan pelaksanaan Sholat 'Id dan kelengkapan pelaksanaan proses pemotongan hewan qurban sampai dengan pembagian dagingnya.

Ketua panitia dan wakilnya, Santoso dan Asep, menjadi orang yang paling sibuk. Hal ini dapat dimaklumi karena pada sholat Idul Adha tahun ini, lantai dua Masjid Jami DK rencananya akan digunakan perdana untuk aktivitas sholat. Panitia berusaha agar bangunan lantai dua yang baru setengah jadi tersebut, mejadi layak dan nyaman digunakan untuk aktivitas Sholat 'Id oleh para jamaah. Lantai dak semen yang belum berubin dan sangat berdebu ditutup dengan terpal dan karpet. Sisa-sisa material dibersihkan dan alat pertukangan dirapikan. Kamera video di lantai satu, dihubungkan dengan tiga unit televisi dipasang di lantai dua. Langkah ini dilakukan untuk dapat menampilkan visualisasi imam dan khatib Sholat 'Id bagi jamaah pria di lantai dua. Empat lokal tenda juga dipasang di halaman masjid, guna menampung jamaah wanita.

"Kami, panitia, berusaha semaksimal mungkin untuk dapat memberikan pelayanan agar jamaah dapat menjalankan sholat dengan nyaman khusyu'....", kata Santoso disela-sela persiapan.

Bertindak sebagai Imam Sholat Idul Adha adalah Ustad Guntur Widodo dan Khatib Ustad Sulaiman, Lc. Dalam khutbahnya, khatib menyampaikan bahwa hikmah Idul Adha adalah napak tilas dari keteguhan Ibrahim 'Alaihissalam, Hajar dan anaknya Ismail 'Alaihissalam dalam mematuhi perintah Alloh subhanahu wa ta''ala. 

Haji adalah ibadah multidimensi sekaligus multinilai. Manasik haji bukan sekadar ritualitas fisik-formal tanpa makna moral. Prosesi manasik haji adalah sebuah "drama kehidupan" yang sarat filosofi, simbol, nilai dan makna, terutama makna sosial kultural.

Pakaian ihram mengandung pesan bahwa menjadi tamu Alloh harus suci lahir batin, berhati tulus ikhlas, tidak egois, tetapi egaliter, emansipatoris dan siap memenuhi panggilan ketaatan (talbiyah) dan hanya berharap memperoleh ridha-Nya. Menjadi tamu Alloh haruslah menunjukkan kebersihan hati, ketulusan niat, dan kesungguhan komitmen untuk tidak memperlihatkan stratifikasi dan arogansi sosial yang sering kali disimbolkan dalam berpakaian.

Makna thawaf bukan sekadar mengelilingi Ka'bah tujuh kali. Thawaf mendidik jamaah haji bergerak dinamis dalam orbit tauhid. Konsistensi dalam bertauhid memacu gerak untuk maju dan terus berperilaku progresif. Orang yang berthawaf adalah orang yang anti-kemunduran dan kejumudan. Thawaf menyadarkan pentingnya nilai mobilitas dan progresivitas sosial. Thawaf merupakan titik tolak menuju transformasi sosial-kultural yang berkeadaban. Thawaf juga merupakan gerakan "tasbih universal" dengan menjadikan tauhidullah sebagai orbit kehidupan.

Sa'i (berusaha, berlari-lari kecil) antara shafa dan marwa melambangkan etos dan disiplin kerja yang tinggi. Hajar, ibunda Ismail, memberikan keteladanan sebagai seorang ibu yang sangat tulus dan pantang menyerah untuk berusaha demi masa depan anaknya. Etos dan disiplin kerja itu harus dimulai dari shafa (ketulusan hati dan kejernihan pikiran). 

Sa’i harus maksimal agar mencapai marwa (kepuasan hati, hasil maksimal atau prestasi tinggi). Sa’i diperankan oleh seorang ibu yang tulus dan penuh kasih sayang terhadap anaknya. Sa’i mendidik kita untuk mendahulukan cinta sesama, dengan memperlihatkan berbagai upaya maksimal "menyelamatkan masa depan" anak bangsa.

Wukuf di Arafah merupakan kesadaran spiritual akan pentingnya "berhenti seraya berefleksi untuk makrifat diri" (introspeksi dan evaluasi diri) dan merasakan kehadiran Alloh
Subhanahu wa Ta'ala. Sebagai lambang miniatur padang "makhsyar" di akhirat kelak, wukuf memberi kesadaran akan pentingnya introspeksi diri, pengenalan jati diri dan "pengadilan terhadap diri sendiri".
Jika selama ini manusia cenderung mengadili orang lain atau tidak pernah berbuat adil, Arafah (arti:
mengenali) adalah momentum yang tepat untuk mengambil keputusan yang arif, apakah selama ini jamaah haji yang berwukuf sudah benar-benar menjadi hamba-Nya ataukah masih menjadi hamba selain-Nya: hamba kekuasaan, hamba kebendaan, hamba kesenangan duniawi? Apakah yang berwukuf itu sudah meneladani akhlak Alloh atau masih selalu mengikuti hawa nafsu dan setan?

Karena itu, di malam hari menuju Mina, para jamaah haji diminta bermabit di Muzdalifah (arti: mendekatkan diri) untuk bertaubat dan bermunajat kepada Alloh sambil menyiapkan "amunisi jihad" di tempat pelemparan (jamarat) di Mina. Mina adalah simbolisasi cita dan cinta. Karena cinta-Nya yang tulus kepada dan karena Alloh semata, Nabi Ibrahim rela "mengorbankan" anak tercinta, Ismail. Berjuang melawan setan dan hawa nafsu hanya bisa dimenangi oleh rasa cinta yang tulus kepada Alloh. Dengan cinta karena-Nya, Ibrahim AS akhirnya memperoleh cita-citanya: anaknya tidak jadi "dikorbankan" karena manusia memang tidak pantas dikorbankan, terutama korban hawa nafsu dan keserakahan, baik serakah harta maupun kekuasaan.


 *****

Sholat 'Id

Tidak kalah sibuk adalah sekretaris dan bendahara panitia, Tassa Yudistira dan Agus Riono, yang terus memonitor bagian penerimaan hewan qurban. Sampai dengan tengah malam, panitia masih terus mendapat setoran hewan qurban, amanat dari para jamaah calon pengurban. Sebelumnya, pada Kamis Pagi tanggal 31 Agustus, dua rit sapi telah turun di kandang hewan qurban DK. Satu rit berjumlah 7 ekor sapi turun pada pagi hari dan satu rit lagi berjumlah 7 ekor, turun pada sore harinya. Sehingga pada pagi hari Jumat 10 Dzulhijjah, menurut catatan Tassa dan Agus, tercatat 14 ekor sapi dan 24 ekor kambing yang diamanatkan oleh jamaah calon pengurban kepada Panitia.


Pemotongan hewan qurban pada pukul 08.15 WIB diawali dengan penyerahan hewan qurban oleh perwakilan pengurban, Ragil S. warga Cluster Lavender kepada panitia yang diterima oleh Ketua DKM DK H.A.S Junaedi, M.Si. Dari proses penyembelihan hewan qurban tahun ini, diperoleh data dari panitia bahwa sebanyak 1.388 paket telah didistribusikan. Daging qurban sebanyak 122 paket merupakan hak pengurban, 877 paket disalurkan kepada warga melalui pengurus RT dan 139 paket disalurkan kepada Badan Komunikasi Majelis Taklim (BKMT) DK, Panitia, TPQ dan tenaga keamanan/satpam. Sedangkan 250 paket dibagikan kepada masyarakat disekitar perumahan TRB melalui jalur proposal yang diajukan kepada panitia beberapa hari sebelumnya.

Serah terima hewan qurban
Pencacahan & Penimbangan
Keceriaan dan keikhlasan tergambar di wajah para panitia

Bersih-bersih usai Hari Raya: "Nyuci Terpal"

Sumber: Musrizal-DKM DK; DK dok.; rasyidwidada.blogspot.co.id/; Muhbib Abdul Wahab, UIN Syarif Hidayatullah & UMJ-Republika)

Minggu, 20 Agustus 2017

DKM Daarul Khairat : "Meluncurkan Program Taklim Remaja"

Daarul Khairat-TRB. Di tengah-tengah suasana peringatan Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan RI, DKM Daarul Khairat me-launching Program Taklim Remaja Masjid Daarul Khairat pada Sabtu malam Minggu, 19 Agustus 2017. Dimulai pukul 20.00 dengan pemateri Ustadz Asep Saefudin ST, alumnus Daarut Tauhid Bandung, mengusung tema "Etika Gaul dan Bermedsos Sehat Islami".

Taklim Remaja merupakan program DKM Bidang Pembinaan Anak dan Remaja dengan Ketua Bidangnya Ust. Rosa Herdiansyah dengan kendali dan supervisi oleh Ketua DKM Bidang Takmir dan Ibadah - H. M. Dulphi.

Ust. Guntur, salah satu pengurus DKM DK yang selama ini concern dengan remaja menyampaikan melalui jaringan medsos:
"Taklim remaja ini rencananya merupakan kegiatan rutin 2 minggu sekali bagi remaja SMP, SMA dan mahasiswa". "Harapan kami bahwa orang tua dapat ikut mendorong anak-anaknya hadir bergabung dengan taklim ini dan semoga bermanfaat untuk pendidikan anak-anak kita dan syiar di Taman Raya".


Sumber: Tassa/DKM DK dok

RT 010 : "MALAM GEBYAR KEMERDEKAAN" Gunting Pita & Pelantikan Karang Taruna

Gunting Pita: 
Peresmian Pos Kamling oleh Ketua RW 021
didampingi Bendahara (Iwan Agustono) dan Seksi Kerohanian (A. Chartim)

TRB - "Malam Gebyar Kemerdekaan" RT 010 diselenggarakan pada hari Sabtu malam 19 Agustus 2017. Acara ini merupakan penutup dari rangkaian kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72 di tingkat RT 010 yang diselenggarakan oleh remaja RT 010. Rangkaian kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan dimulai pada tanggal 17 Agustus pagi dengan lomba bagi anak-anak warga RT 010.

Pada "Malam Gebyar Kemerdekaan" acara diisi dengan doa bersama, pembagian hadiah lomba anak-anak, pentas seni berupa tarian anak-anak, puisi oleh Ibu Ketua RT bersama para remaja dan hiburan organ tunggal. Selain pentas seni dan acara hiburan, pada kesempatan ini juga dilakukan pengguntingan pita oleh Ketua RW 021 didampingi jajaran pengurus RT 010, sebagai tanda diresmikannya penggunaan pos kamling RT. Pos yang baru ini merupakan pengganti pos lama yang direvitalisasi karena rusak dimakan usia. Usai peresmian pos, Ketua RW 021 juga didaulat untuk melantik Karang Taruna 17817, yang terbentuk pada tanggal 17 Agustus 2017.
 Pelantikan Karang Taruna RT 010

Ketua RW, Tri Priyogo, dalam sambutannya menyampaikan,
"Dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ini kita harus bisa memaknai lagu Kebangsaan kita: "Indonesia Raya". Dalam bait "bangunlah jiwanya, bangunlah badannya untuk Indonesia Raya" terkandung pesan dari para pendiri Republik ini, bahwa yang pertama harus kita bangun adalah "jiwanya" atau kualitas moral dan akhlak dari sumber daya manusianya, baru kemudian "badannya" atau pembangunan yang bersifat fisik atau material".

Oleh karenanya Ketua RW berpesan kepada para orang tua agar lebih memperhatikan dan membekali kepada anak-anak kita dengan pendidikan agama, budi pekerti, untuk dapat menjadi benteng bagi anak-anak terhadap serbuan budaya global yang tidak sesuai dengan budaya masyarakat Bangsa Indonesia, isu radikalisme dan bahaya narkoba.
Dengan terbentuknya kembali karang taruna, (baca: "KARANG TARUNA RW 021 TERBENTUK") sebagai wadah anak muda berkreasi, beliau mengajak para orang tua untuk mendukung setiap kegiatan karang taruna.

Sementara Ketua RT, Sugiono, dalam sambutannya melalui tayangan video, beliau tidak dapat menghadiri acara karena tugas pekerjaan, menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama dan kebersamaan warga yang telah terbangun selama ini, serta mengajak warga untuk terus bersama-sama menjaga serta membenahi lingkungan di RT 010.

Sambutan Ketua RT Sugiono :

Suasana Lomba (17/82017) 


Puisi : Bu RT dan Remaja
Pentas Seni


Seksi Pemuda & OR : Budi Harjo diapit oleh host acara: Romadhon  Sumarno & Anis Coban Santoso berpose bersama para pemenang lomba anak-anak
Sekretaris & Istri : Risdianto, menyanyi diiringi organ tunggal

KrTrn 170817

Sumber: Angga_krtrnrt10, pribadi

Senin, 14 Agustus 2017

"PEMBAGIAN TUGAS" Panitia HUT Kemerdekaan RI 2017


KARTAR 21. Menindaklanjuti hasil rapat Minggu 13 Agustus pagi, antara pengurus RW dengan para pengurus RT, pada Minggu malamnya Karang Taruna (Kartar) 21 bergegas berkonsolidasi melakukan pembagian tugas kepanitiaan. Didampingi pembina Kartar, Aris dan Yana, membagi tugas dan peran untuk menghadapi "Malam Puncak Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72 tingkat RW 021".
Ketua RT 013 GTRB, Erwinsyah Nst. yang terlihat hadir, juga ikut memberi beberapa masukan kepada panitia. Erwin berbagi pengalaman saat menjadi Ketua Panitia tahun lalu.

Pada rapat Minggu pagi, proposal dan RAB "Malam Puncak Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72 tingkat RW 021" yang dipresentasikan oleh Kartar telah dikupas dan direvisi dibeberapa item secara bersama-sama dengan pengurus RW dan RT. Secara garis besar bahwa rapat menyepakati :

  1. Malam Puncak Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72 tingkat RW 021 akan diselenggarakan pada Hari Sabtu malam Minggu tanggal 9 September 2017. Bertempat di Boulevard Gerbang Utama TRB.
  2. RAB sebesar Rp. 13.450.000,- dengan sumber pendanaan dari Kas RW 021 sebesar Rp. 3.450.000,- dan Rp. 10.000.000,- disokong dari Kas RT (13 RT). Sehingga setiap RT dikenai andil sebesar Rp. 800.000,- yang akan dikolektif oleh panitia mulai tanggal 26 Agustus 2017.
Notulen rapat terperinci dan proposal yang telah direvisi akan diedarkan oleh panitia kepada masing-masing pengurus RT secepatnya, sebelum pengumpulan dana dilakukan.

Oleh sebab itu Kartar 21 pada Minggu malam ini bergerak membagi tugas kepanitiaan : bagian protokoler (penerima tamu), master of ceremony (mc), crew panggung (lighting, sound syst. operator) dst.

Ketua RW, Tri Priyogo, memberi apresiasi positif dan dorongan semangat via jaringan medsos :
"Alhamdulillah sudah mulai kompak, kepada para Pengurus Kartar tetap semangat dan jangan pernah menyerah...
Kebaikan memang harganya mahal, namun dia memberi kebahagiaan tersendiri bagi yang mampu menjalankkannya dengan penuh keikhlasan dan tawadhu.....
Salam Sukses Mulia.... 👍👍👍🇲🇨🇲🇨🇲🇨"
MERDEKA...!!!"

AYO GUYS.....SEMANGAT.....!!
INI BARU PEMANASAN.......!!! :-D




Daarul Khairat : PERSIAPAN HADAPI IDUL ADHA 1438 H


DAARUL KHAIRAT TRB. Ba'da subuh Ahad, 20 Dzulqo'dah 1438 H, Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) menggelar rapat pembentukan Panitia Hari Raya Idul Adha 1438 H. Dihadiri oleh para pengurus DKM, perwakilan Badan Komunikasi Majelis Taklim (BKMT) dan Ketua RW 021 TRB, rapat dipimpin langsung oleh Ketua DKM H. A.S. Junaedi, M.Si.

Susunan inti Panitia Hari Raya Idul Adha 1438 H adalah sbb :
Ketua : Santoso
Wakil Ketua : Asep
Sekretaris  : Tassa Yudistira
Bendahara : Agus Riyono dan Mulyanto

Panitia mempunyai tugas untuk mempersiapkan mulai dari pelaksanaan Sholat Id, penerimaan hewan qurban dari para jamaah, melaksanakan proses penyembelihan sampai dengan pendistribusian daging qurban kepada masyarakat.

Selain menerima hewan qurban langsung dari para jamaah, DKM Daarul Khairat selama beberapa tahun belakangan juga mengelola Tabungan qurban berupa sapi. Hal ini memberi kemudahan dan membuka kesempatan kepada jamaah yang mempunyai niat berqurban untuk menitipkan dana kepada pengurus yang ditugaskan menghimpun dana qurban jauh-jauh hari selama kurun waktu satu tahun. Kemudian pada saatnya akan dibelanjakan hewan qurban berupa sapi. Satu ekor sapi dapat merupakan qurban dari 7 orang pengqurban atau dapat juga merupakan qurban perseorangan, tergantung kemampuan masing-masing. Pada tahun 1438 H ini, qurban satu ekor sapi untuk 7 orang oleh panitia ditetapkan sebesar Rp 2,6 juta/orang.

Sampai dengan hari ini, Minggu 13 Agustus 2017, terdata di panitia, qurban berupa sapi berjumlah 13 ekor. Sementara untuk qurban berupa kambing atau domba, biasanya baru mulai diterima oleh panitia 2-3 hari menjelang 10 Dzulhijjah.

Data pengqurban sapi yang telah masuk ke panitia
1438H/2017M

Minggu, 06 Agustus 2017

"AGUSTUSAN" : Taman Raya Sambut HUT Kemerdekaan RI ke-72

Memasuki minggu pertama di bulan Agustus ini, suasana "Agustusan" di RW 021 TRB sudah mulai terasa. Kibaran sang Merah-Putih terlihat di setiap rumah warga. Kemeriahan umbul-umbul dan hiasan yang dipasang warga terlihat disetiap jalan lingkungan.
Andai pun surat himbauan tidak pernah terbit, kita semua sadar untuk selalu merawat dan mewariskan kepada anak-anak kita semangat nasionalisme melalui peringatan Ulang Tahun Kemerdekaan Republik ini.

Karang Taruna RW yang terbentuk struktur barunya pada Minggu 30 Juli yang lalu pun sudah mulai bergerak. Wadah organisasi bagi kegiatan kepemudaan RW 021 ini didaulat menjadi Panitia Puncak HUT Kemerdekaan tahun 2017. Konsolidasi dan koordinasi dilakukan dengan anggotanya di setiap RT untuk  merumuskan konsep acara. 

Panitia HUT RI 2017 : "KARANG TARUNA"


RT 004 : "Masang bendera dan umbul-umbul...."


RT 009 : "Ngrapiin, vermak gerbang jaling dan pagar..."


RT 010 : "Ibu-ibu in action....."

 

RT 013 Cluster GTRB :





INDONESIA TANAH AIR BETA !!!
AYO SEMANGAT !!!

Sumber : Dok.rt004;009;010;RT;theWinner.clip; berbagai sumber/2017

Senin, 31 Juli 2017

KARANG TARUNA RW 021 TERBENTUK: "SELAMAT BERKREASI !!"


Minggu, 30 Juli 2017. Alhamdulillah....akhirnya struktur baru Karang Taruna RW 021 yang telah lama vakum berhasil dibentuk.

Dibidani oleh Aris - pembina karang taruna RT 008 - dan dibimbing Ketua RW 021, struktur Karang Taruna RW 021 yang baru lahir secara demokratis. Dihadiri oleh 29 pemuda-pemudi perwakilan dari 8 RT, muncul 8 nama calon ketua. Kemudian terpilih FANDY FIRMANSYAH dari RT 004 menjadi Ketua Karang Taruna RW 021.

Nama-nama Calon Ketua

Susunan Struktur Baru - Karang Taruna RW 021

Ketua :       Fandy Firmansyah (RT 004)
Wakil Ketua Rizky Yoga P. (RT 013)
Sekretaris :   
  • Sri Ayu R. (RT 011)
  • Yuda Arya S. (RT 004)
Bendahara :   
  • Hani
  • Dian (RT 012)
Humas :
  • Inkavito Cahya V. (RT 008)
  • Kiki (RT 007)
  • Dafa (RT 006)
  • Nanda (RT 010)
  • Manov (RT 012)
  • Akbar (RT 013)
> Pembina :
  • Aris P.
  • Yayan

> Pelindung : 
  • Ketua RW - Tri Priyogo
> Penasehat :
  • Bendahara RW - Susilo
  • Sekretaris RW - Willy
  • Ketua RT 001 s.d 013

Ucapan Selamat dari Ketua RW kepada Ketua Karang Taruna Terpilih : 
FANDY FIRMANSYAH



Ketua RW sebagai pelindung menyampaikan harapannya, bahwa Karang Taruna akan menjadi wadah bagi generasi penerus kita para remaja untuk mengembangkan potensi dan menimba life skill yang bermanfaat bagi masa depan mereka. Sehingga mereka kelak akan menjadi  pemimpin-pemimpin yang hebat dimasa yang akan datang.

"Butuh dukungan, support secara proaktif, bimbingan serta doa dari seluruh warga untuk tercapainya niat tersebut..."

Kegiatan perdana yang akan dilakukan sebagai media berkreasi Karang Taruna adalah menjadi Panitia penyelenggara "Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72 tahun 2017 tingkat RW 021".

SELAMAT BERKARYA & BERKREASI !!!

Sumber : dok.W/A.2017