※ Sekretariat : Jl. Melati Raya Blok i5 No. 10 Perumahan Taman Raya Bekasi ※

Minggu, 11 Maret 2018

Partisipasi Tim Sepak Bola RW 021 dalam Pordes Mangunjaya 2018

= Pembukaan Turnamen Sepak Bola =
Pekan Olah Raga Desa Mangunjaya 2018

Kepala Desa Mangunjaya Idi Rohidi, membuka Turnamen Sepak Bola dalam rangka Pordes Mangunjaya pada Minggu 4 Maret 2018. Bertempat di Lapangan Sepak Bola TPU Mangunjaya pembukaan turnamen dihelat.

Pelepasan balon menandai dimulainya turnamen
Bapak Idi Rohidi Mengangkat Piala Bergilir 


Pembagian Grup & Jadwal Pertandingan
(Babak Penyisihan)


Jadwal bila lolos dari fase grup atau babak penyisihan :


⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐



Tim Sepak Bola RW 21 =

Keputusan untuk memberikan support kepada tim sepak bola RW 21 mengikuti "Turnamen Sepak Bola pada Pordes Mangunjaya 2018" diambil pada Rapat RW Minggu 4 Februari 2018. Dukungan segenap RT di wilayah RW 21 dibuktikan dengan disetujuinya pada forum rapat tersebut, Rencana Anggaran Belanja (RAB) yang diajukan oleh Koordinator Seksi Olah raga RW 21- Mulyana. 

Untuk keperluan mengikuti turnamen tahunan ini, RAB sebesar Rp. 7.355.000,- dipikul bersama  
oleh 13 RT. Dukungan dana sebesar Rp. 500.000,- setiap RT dan Rp. 900.000,- dari kas RW.




Grup & Jadwal Pertandingan Tim Sepak Bola RW 021


= Laga Perdana =

  10 Maret 2018
Jelang Laga Perdana


Briefing oleh Panitia Pertandingan


Laga Perdana : Menghadapi RW 13



Sebelum Main: Mendengarkan Pengarahan Pelatih
Babak Pertama 

Turun Minum, Skor 1-1

Tim RW 21 menjalani laga perdana "Turnamen Sepak Bola Pordes Mangunjaya 2018" pada Sabtu sore 10 Maret 2018. Di bawah asuhan pelatih Mulyana, anak-anak RW 021, menjajal kekuatan menghadapi tim RW 13. Di atas lapangan yang becek dan licin karena diguyur hujan satu jam sebelum pertandingan berlangsung, babak pertama berjalan imbang. Sempat tertinggal terlebih dahulu, tim RW 21 mengakhiri babak pertama dengan skor 1-1.

Memasuki 5 menit awal babak kedua, melalui skema tendangan sudut, tim RW 13 berhasil memaksimalkan peluang. Skor berubah 2-1 untuk keunggulan lawan. Keadaan tidak berubah hingga peluit panjang tanda berakhirnya babak kedua ditiup oleh wasit.

Walaupun kalah, saat dimintai komentar pada kesempatan terpisah, Ketua RW 021 tetap mengapresiasi positif semangat dan partisipasi dari tim untuk mengikuti turnamen tahunan ini. 

W/A.doc


Minggu, 10 Desember 2017

RT 10 - Pembuatan Gudang Inventaris RT

RT 10/21 - TRB. Kebutuhan akan gudang bagi RT 10 mendesak, dengan makin banyaknya barang-barang inventaris RT yang dimiliki. Selama ini barang-barang seperti tenda dan perangkatnya, sejumlah kursi, perlengkapan memasak, mesin fogging, meja pingpong dll, disimpan tersebar di beberapa rumah warga.

Wacana pembuatan gudang RT 10 telah terbesit sejak setahun belakangan, sejak masa bakti Ketua RT Sumarno. Namun karena pilihan lokasi dan keterbatasan sumber dana, menyebabkan program ini belum dilaksanakan. Pergantian estafet kepemimpinan dari Sumarno kepada Sugiyono (baca: RT 010 - PILKARET (Pemilihan Ketua RT 010) menjadikan rencana pembuatan gudang sebagai program prioritas.
Sebelum pembangunan gudang, masa kepemimpinan Ketua RT Sugiono telah diawali dengan pembuatan Pos Ronda yang diresmikan bertepatan dengan perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-72 (baca: RT 010 : "MALAM GEBYAR KEMERDEKAAN" Gunting Pita....)

Setelah melalui beberapa pertimbangan alternatif, rencana lokasi gudang akhirnya jatuh di fasum/fasos di sisa lahan belakang balai RW 021. Fasum/fasos tersebut secara wilayah berada di RT 06. Sehingga dengan difasilitasi oleh Ketua RW 021, maka Ketua RT 10 Sugiono beserta Sekretaris Risdianto, membuat kesepakatan dengan Ketua RT 06 Rohmat untuk bersama-sama memanfaatkan lahan tersebut.

Di sisa lahan seluas 3,5 x 7 meter, pembangunan gudang RT 10 dimulai dengan pembuatan pondasi tiang oleh tim teknis komite pembangunan gudang pada Minggu 29 Oktober 2017.
Pertemuan I :
Pembuatan pondasi

Konstruksi gudang menggunakan tulang besi pipa galvanis, berdinding wire mesh dilapis solar guard dan beratap plat spandek.
Pertemuan II/ minggu kedua
Penulangan, pembuatan rangka

Pertemuan III/ minggu ketiga:
 Pemasangan dinding wire mesh & roofing dengan plat spandex
Hasil akhir :
Finishing dinding dengan solar guard

RAB yang diajukan Komite guna belanja bahan dan perlengkapan adalah sebesar Rp. 8.029.500,- dengan jasa pengerjaan dilakukan swakarya oleh tim teknis komite dibantu warga secara gotong royong. Sumber dana berasal dari Kas RT 10, kas jimpitan ronda dan kas dansos, serta dukungan konsumsi berasal dari warga yang dikoordinir oleh Ibu Ketua RT dan tim konsumsi selama 4 kali pertemuan/ minggu pengerjaan.

Hingga akhir pengerjaan yaitu minggu ke IV (19 November 2017), disusul rapat laporan komite kepada ketua dan pengurus RT 10 pada Minggu malam 3 Desember 2017, total riil biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan/ pembangunan gudang RT 10 adalah sebesar Rp. 8.808.500,-. ****



Rabu, 13 September 2017

POSYANDU : "IMUNISASI MR" Program Imunisasi Rubella dan Campak 2017


*****
Kampanye imunisasi Measles Rubella (MR) adalah suatu kegiatan imunisasi secara massal sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan rubella secara cepat.

Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran nafas yang
disebabkan oleh virus. Campak dapat menyebabkan komplikasi yang serius seperti diare, radang paru (pneumonia), radang otak (ensefalitis), kebutaan bahkan kematian.

Rubella biasanya berupa penyakit ringan pada anak, akan tetapi bila menulari ibu hamil pada trimester pertama atau awal kehamilan dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Kecacatan tersebut dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital di antaranya meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian dan keterlambatan perkembangan. Tidak ada pengobatan untuk penyakit campak dan rubella, namun penyakit ini dapat dicegah.

Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk kedua penyakit ini. Satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus.

Imunisasi MR diberikan pada anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selama masa kampanye. Imunisasi MR masuk ke dalam jadwal imunisasi rutin setelah masa kampanye berakhir. Diberikan kepada anak usia 9 bulan, 18 bulan dan anak kelas 1 SD/sederajat. Gratis, tidak dipungut biaya.

Kampanye imunisasi MR dilaksanakan selama Agustus-September 2017 untuk seluruh wilayah di pulau Jawa.
Dan Agustus-September 2018 untuk seluruh wilayah di luar pulau Jawa.

Pada bulan Agustus, imunisasi MR diberikan untuk Anak Usia Sekolah di sekolah-sekolah (SD/MI/ Sederajat, SMP/MTS/sederajat).
Dan pada bulan September diberikan di Posyandu, Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan lainnya untuk bayi dan anak yang belum bersekolah dan anak usia sekolah yang tidak bersekolah.

Tahun 2017 sejumlah 6 provinsi, 119 kabupaten/kota dan 3.579 Puskesmas akan melaksanakan kampanye dengan total sasaran anak usia 9 bulan sampai dengan
kurang dari 15 tahun yang akan diberikan imunisasi MR sejumlah 34.964.384 anak.

Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Agama, Tim Penggerak PKK Pusat, Ikatan Dokter Anak Indonesia, Ikatan Bidan Indonesia, Persatuan Perawat Nasional Indonesia, dan juga lembaga serta organisasi terkait lainnya.
(Sumber: Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI, email: kontak@kemkes.go.id)
******
TULIP021-TRB. Perumahan Taman Raya Bekasi terdiri dari 2 wilayah Rukun Warga, yaitu RW 021 dan RW 022. RW 021 sendiri terdiri dari 13 RT. Terdapat 3 Posyandu TRB, Tulip 1 di wilayah RW 022, sedangkan Tulip 2 dan Tulip 4 merupakan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di wilayah RW 021 Desa Mangunjaya Tambun Selatan Kabupaten Bekasi.

Selasa, 12 September 2017 merupakan jadwal Puskemas Mangunjaya melaksanakan imunisasi rubella dan campak serentak di wilayah RW 021 TRB
Bertempat di Balai Warga RW 021 Posyandu "Tulip 2" melaksanakan program Nasional imunisasi MR, sedangkan "Tulip 4" bertempat di Balai Warga RT 03.

Tim medis yang bertugas pada pelaksanaan imunisasi MR di RW 021 ini terdiri dari:
  1. Dokter Dewi;
  2. Bidan Mufidah;
  3. Bidan Sus; dan
  4. Bidan Uun.
Tulip 2 dengan Ketua Posyandu Ibu Rohmad Djiman (istri Ketua RT 06) tercatat 288 orang anak diimunisasi MR. Kemudian di Tulip 4 dengan Ketuanya Ibu Nani berhasil diimunisasi 110 orang anak.

Surat Pemberitahuan dari Kades Mangunjaya mengenai Jadwal Imunisasi MR
Tim Medis
Bagian Pendaftaran
Proses Pemberian Vaksin



Tim Posyandu & Tim Medis
Sumber: Posyandu_Tulip/RW021TRB/2017

Senin, 11 September 2017

DKM Daarul Khairat - Panitia Semarak Muharram Jelang Agenda Tahun Baru Hijriyah 1439 : "SANTUNAN & KHITANAN MASSAL"



*******
Kalender Hijriyah atau Kalender Islam (التقويم الهجري; at-taqwim al-hijri), adalah kalender yang digunakan oleh umat Islam, termasuk dalam menentukan tanggal atau bulan yang berkaitan dengan ibadah, atau hari-hari penting lainnya. 

Penentuan kapan dimulainya tahun 1 Hijriyah dilakukan 6 tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam. Namun, sistem yang mendasari Kalender Hijriyah telah ada sejak zaman pra-Islam dan sistem ini direvisi pada tahun ke-9 periode Madinah.

Sebelum datangnya Islam, di tanah Arab dikenal sistem kalender berbasis campuran antara Bulan (komariyah) maupun Matahari (syamsiyah). Peredaran bulan digunakan, dan untuk mensinkronkan dengan musim dilakukan penambahan jumlah hari (interkalasi).

Pada waktu itu, belum dikenal penomoran tahun. Sebuah tahun dikenal dengan nama peristiwa yang cukup penting pada tahun tersebut. Misalnya, tahun di mana Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam lahir, dikenal dengan sebutan "Tahun Gajah", karena pada waktu itu, terjadi penyerbuan Ka'bah di Mekkah oleh pasukan gajah yang dipimpin oleh Abrahah, Gubernur Yaman (salah satu provinsi Kerajaan Aksum, kini termasuk wilayah Ethiopia).

Setelah wafatnya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam, diusulkan kapan dimulainya Tahun 1 Kalender Islam. Sebagai patokan awal penanggalan Islam, ada yang mengusulkan tahun kelahiran ada pula yang mengusulkan tahun wafat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam.

Akhirnya, pada tahun 638 M (17 H), khalifah Umar bin Khatab menetapkan awal patokan penanggalan Islam adalah tahun hijrahnya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam dari Mekkah ke Madinah. Penentuan awal patokan ini dilakukan setelah menghilangkan seluruh bulan-bulan tambahan (interkalasi) dalam periode 9 tahun.
Tanggal 1 Muharram Tahun 1 Hijriah bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622, dan tanggal ini bukan berarti tanggal hijrahnya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam, tetapi tahun hijrahnya. Peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wassalam terjadi bulan September 622.
 (https://id.wikipedia.org/wiki/Kalender_Hijriyah)

*******
DKM DK - Ahad pagi tanggal 19 Dzulhijjah 1438/10 September 2017.
Usai taklim pagi mingguan, DKM DK merapatkan agenda rutin tahunan, yaitu menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1439H yang akan jatuh pada hari Kamis, 21 September 2017.
Suasana Rapat
Semarak "Muharram 1439" rencannya akan dipadati agenda kegiatan sebagai berikut :
  1. PAWAI (Kamis pagi, 21 September 2017/1 Muharram 1439);
  2. KHITANAN MASSAL (Sabtu pagi, 30 September 2017/10 Muharram 1439);
  3. Bazar, Santunan Anak Yatim dan Tabligh Akbar (Minggu pagi, 1 Oktober 2017/11 Muharram 1439).
Komposisi Panitia "Semarak Muharram 1439 H" adalah sebagai berikut :

Ketua : Santoso
Sekretaris : Tassa Yudistira
Bendahara : H. Mulyatno

Seksi Pawai :
  1. M. Imron, M.Sc
  2. Momon
  3. Guru-guru TPQ
Seksi Khitanan :
  1. Musrijal
  2. Sudarno
  3. Tassa Yudistira
  4. Ust. Darsim
Seksi PIC Medis :
  1. Mufidah Nugroho
  2. Ibu Endang S.
  3. dr. Isrijal
Seksi Transportasi Khitan :
  1. Agus Riyono
  2. Suparyanto
  3. Munawir
  4. Suradi
  5. Wahyudi Atma
  6. Agus Suhadi
  7. Heri Wibowo
  8. Suhud Harsono
  9. Sartono
Seksi Santunan : BKMT
Seksi Bazar : BKMT
Seksi Konsumsi : BKMT

Seksi Pencari Dana :
  1. H. Mulyatno
  2. H.M. Dulpi
  3. Joko Mulyatno
  4. Wamad
  5. Ketua RT 01 s.d 13 RW 021
  6. Munawir
  7. Sumarno
  8. Momon
  9. Guntur Widodo
  10. Nasrullah
>>> PENDAFTARAN KHITANAN <<<
dapat menghubungi :
TASSA YUDISTIRA (081315565647)
10 s.d 25 September 2017
.......Gratis!!!! Tidak dipungut biaya........
tiap anak selain khitan gratis juga mendapat  baju muslim, uang saku dan paket bingkisan



Sumber: Musrijal, Tassa (DKM DK); Nana R.(BKMT); https://id.wikipedia.org/wiki/Kalender_Hijriyah

Minggu, 10 September 2017

"GEBYAR PESONA INDONESIA MERDEKA"


RW021-TRB. "Gebyar Pesona Indonesia Merdeka" dihelat pemuda-pemudi Karang Taruna RW 021 Taman Raya Bekasi pada 9 September 2017 bertempat di boulevard gerbang utama TRB. Event ini menjadi penutup rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI ke-72 dilingkup wilayah RW 021 Desa Mangun Jaya Tambun Selatan. Diawali dengan bazar dan lomba tumpeng yang diorganisir oleh ibu-ibu PKK, acara berlanjut dengan pentas seni dengan penampil anak-anak kelompok balita sampai dengan SMP dari masing-masing RT. Di depan Tamu undangan, Kepala Desa dan jajarannya, Bimaspol, Babinsa, Kadus, para Kaur Desa, Ketua BPD,  sajian drama dari anggota Karang Taruna binaan Aris plus Yana, ditampilkan. Kemudian acara ditutup dengan hiburan Campursari Modern.

Penampilan Kartar 021
*****
Ketua RW 021 Tri Priyogo dalam sambutannya menyampaikan program-program pengelolaan lingkungan yang telah dijalankan. Mulai dari penataan nama jalan, pengelolaan sistem keamanan terpadu dan penataan gerbang perumahan. Disinggung juga terkait beberapa usulan musrembang yang sudah terealisasi seperti perbaikan drainase dan pembetonan jalan lingkungan. Selain program fisik, Ketua RW juga mengucapkan terima kasih kepada ibu-ibu BKMT, PKK dan Posyandu yang telah menjalankan program seperti: imunisasi, penyuluhan hypnoparenting dan bakti sosial. Ucapan selamat disampaikan kepada karang taruna dan pembinanya, yang berhasil dibentuk kembali pada bulan Juli lalu.

H.A.S Junedi, Ketua BPD Mangunjaya, dalam kesempatan menyampaikan sambutannya mengingatkan agar program pembangunan yang bersifat fisik, juga harus dibarengi dengan program non fisik. Pembinaan remaja, kegiatan-kegiatan keagamaan warga harus jadi penyeimbang program yang bersifat fisik.

Selanjutnya, Kepala Desa, Idi Rohidi, dalam sambutannya mengapresiasi positif dengan capaian program RW 021. Kades juga mengucapkan selamat dan memberikan dorongan semangat pada Karang Taruna Unit RW 021 TRB yang baru terbentuk kembali.


"Karang Taruna harus dapat menjadi wadah penggodokan generasi muda agar dapat menjadi "Satria Kumala", yaitu menjadi generasi yang berani, siap menghadapi segala tantangan jaman, kreatif dan penuh dengan ide gagasan yang cemerlang. Karang Taruna juga harus dapat berperan aktif dalam setiap kegiatan, terintegrasi dengan kegiatan di lingkungan RT dan RW"

Ketua Karang Taruna Satria Kumala Ranting Mangunjaya, Mughni, yang hadir bersama Sekretaris, Sukmo, didaulat melantik Kepengurusan Karang Taruna Unit RW 021. Ucapan selamat dan penyerahan plakat struktur Kartar unit RW 021 dari Ketua Kartar ranting Mangunjaya diterima langsung oleh Ketua Kartar Unit 021,  Fandy Firmansyah.

"Ke depan, Kami berharap Karang Taruna Unit RW 021 dapat bersinergi dan aktif berkoordinasi dengan Kami di Ranting Mangunjaya", kata Sukmo-Sekretaris Ranting dalam sambutannya.

Sebelum hiburan campursari, sesi ramah tamah dilakukan dengan menikmati tumpeng lomba oleh seluruh tamu undangan dan warga penonton yang hadir. Tumpeng dari RT 12 yang menjadi juara lomba tumpeng, mendapat kehormatan dihidangkan kepada Kades Idi, Ketua BPD dan Ketua RW.
Di sela-sela ramah tamah, dilakukan penyematan topi kepada seluruh ketua RT dari 01 sampai dengan 13 oleh Kades didampingi Ketua BPD dipandu Ketua RW 021.
Doa syukur peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72 dipimpin oleh Ust. Musrijal dari DKM Daarul Khairat, menjadi penutup rangkaian acara.

*******


LAPORAN KEUANGAN
PANITIA PERINGATAN HUT KEMERDEKAAN RI ke-72 RW 021 TAMAN RAYA BEKASI 










A. PEMASUKAN :






Kas RW

 Rp    3,500,000,-
Iuran RT 1 s/d RT 13 

 Rp    9,250,000,-
Donasi PKK u/ tambahan konsumsi & umum  Rp       650,000,-
TOTAL PEMASUKAN 

Rp  13,400,00,-


























B. PENGELUARAN:



PRODUKSI 


 Rp    3,873,000,-
Panggung 

 Rp    1,300,000,-
Rokok pasang panggung Rp       120,000,-
BBM pasang panggung Rp         80,000,-
Soundsystem (dialihkan ke campursari)

 Rp       800,000,-
Tenda & kursi RT (5,9,6 dan 10) 

 Rp       600,000,-
BBM kendaraan operasonal tenda 

 Rp       150,000,-
Sewa meja tambahan 

 Rp         50,000,-
Lighting 

 Rp       573,000,-
Rokok dan sewa kabel 

 Rp       200,000,-





PROMOSI 


 Rp       800,000,-
Spanduk 

 Rp      150,000,-
Backdroop panggung 

 Rp      650,000,-










MERCHANDISE 


 Rp     2,453,000,-
Juara 1 lomba tumpeng

 Rp      200,000,-
Juara 2 lomba tumpeng 

 Rp      150,000,-
Juara 3 lomba tumpeng 

 Rp      100,000,-
Juara 1 lomba gapura (dialihkan ke campursari)

 Rp      200,000,-
Juara 2 lomba gapura (dialihkan ke campursari)

 Rp      150,000,-
Juara 3 lomba gapura (dialihkan ke campursari)

 Rp      100,000,-
Doorprize dan Topi RT 01 s.d 13

 Rp   1,553,000,-





PENUNJANG 


 Rp     2,600,000,-
Biaya MC (u/ soundsytem RT 10) 

 Rp      300,000,-
Biaya keamanan 

 Rp      250,000,-
Biaya kebersihan 

 Rp      150,000,-
Biaya Konsep penampilan 

 Rp   1.000,000,-
Kembang api 

 Rp      300,000,-
Biaya operasonal tak terduga 

 Rp      600,000,-




KONSUMSI


 Rp     2,600,000,-










Konsumsi snack dan air kemasan

 Rp    2,500,500,-
Biaya Umum

 Rp       832,000,-
TOTAL PENGELUARAN

 Rp   12,563,500,-
SISA ANGGARAN

 Rp        836,500,-


Persiapan: Bagian Konsumsi, doorprize, merchandise (Kartar Putri)



Sesi Persiapan: Tenda (RT 05, 06 & 09) dan Kelengkapannya (09/09/2017)


Persiapan: Pasang Tenda RT 10 (jelang tengah malam 08/09/2017)
Sesi Persiapan: Tenda dan Kelengkapannya (09/09/2017)
Sesi Persiapan: Tenda (RT 05 & 09) dan Kelengkapannya (09/09/2017)


Persiapan: Bagian Panggung (08/09/2017)



 
Selesai bongkar tenda dan bebenah: Makan Tumpeng (dinihari 10/09/2017)


Bongkar tenda RT 05 & 09 (10/09/2017)

 Sumber: Panitia-TRB 021-Independence Day 72th 2017

Sabtu, 02 September 2017

DKM Daarul Khairat : "IDUL ADHA 1438"

Menyaksikan ketaatan keduanya, Jibril datang dari syurga membawa seekor qibasy, kagumlah ia seraya terlontar darinya ucapan “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!"
Ibrahim menyambutnya“Laa ilaah illallah Wallahu akbar!”. Yang kemudian disambung oleh Ismail dengan “Allahu Akbar, Walillahil hamd!"
(http://rasyidwidada.blogspot.co.id/idul-adha-napak-tilas-keteguhan-nabi)
 
Idul Adha (Hari Raya Kurban) sejatinya merupakan kontinuitas "jalan kesalehan sosial spiritual" dari Idul Fitri. Jika Idul Fitri merupakan manifestasi kemenangan atas nafsu, egoisitas dan individualitas maka Idul Adha merupakan manifestasi dari ketulusan berkorban, kerendahhatian untuk melakukan refleksi historis dalam menapaktilasi kisah keteguhan Ibrahim 'Alaihissalam beserta istrinya, Hajar, dan anaknya, Ismail Alaihissalam, sekaligus memaknai nilai-nilai spiritual dari manasik haji.
(Muhbib Abdul Wahab, UIN Syarif Hidayatullah & UMJ dalam Idul Adha dan Pendidikan Multikultural-Republika)

Idul Adha berasal dari kata 'Id yang berarti kembali, dan Adha yang berarti berkurban atau menyembelih hewan yang biasa digunakan untuk berkurban, seperti: unta, sapi, domba dan kambing
Kata kurban sendiri berasal dari kata qurba, yang berarti: dekat. Dengan demikian kurban pun dapat dimaknai mendekatkan diri kepada Alloh Subhanahu wa Ta'ala.
*****

DKM-DK. Kamis malam 10 Dzulhijjah 1438 ditengah gema takbir, tahlil dan tahmid yang dilantunkan oleh anak-anak, Panitia Idul Adha Masjid Jami Daarul Khairat sibuk menyiapkan berbagai kelengkapan pelaksanaan Sholat 'Id dan kelengkapan pelaksanaan proses pemotongan hewan qurban sampai dengan pembagian dagingnya.

Ketua panitia dan wakilnya, Santoso dan Asep, menjadi orang yang paling sibuk. Hal ini dapat dimaklumi karena pada sholat Idul Adha tahun ini, lantai dua Masjid Jami DK rencananya akan digunakan perdana untuk aktivitas sholat. Panitia berusaha agar bangunan lantai dua yang baru setengah jadi tersebut, mejadi layak dan nyaman digunakan untuk aktivitas Sholat 'Id oleh para jamaah. Lantai dak semen yang belum berubin dan sangat berdebu ditutup dengan terpal dan karpet. Sisa-sisa material dibersihkan dan alat pertukangan dirapikan. Kamera video di lantai satu, dihubungkan dengan tiga unit televisi dipasang di lantai dua. Langkah ini dilakukan untuk dapat menampilkan visualisasi imam dan khatib Sholat 'Id bagi jamaah pria di lantai dua. Empat lokal tenda juga dipasang di halaman masjid, guna menampung jamaah wanita.

"Kami, panitia, berusaha semaksimal mungkin untuk dapat memberikan pelayanan agar jamaah dapat menjalankan sholat dengan nyaman khusyu'....", kata Santoso disela-sela persiapan.

Bertindak sebagai Imam Sholat Idul Adha adalah Ustad Guntur Widodo dan Khatib Ustad Sulaiman, Lc. Dalam khutbahnya, khatib menyampaikan bahwa hikmah Idul Adha adalah napak tilas dari keteguhan Ibrahim 'Alaihissalam, Hajar dan anaknya Ismail 'Alaihissalam dalam mematuhi perintah Alloh subhanahu wa ta''ala. 

Haji adalah ibadah multidimensi sekaligus multinilai. Manasik haji bukan sekadar ritualitas fisik-formal tanpa makna moral. Prosesi manasik haji adalah sebuah "drama kehidupan" yang sarat filosofi, simbol, nilai dan makna, terutama makna sosial kultural.

Pakaian ihram mengandung pesan bahwa menjadi tamu Alloh harus suci lahir batin, berhati tulus ikhlas, tidak egois, tetapi egaliter, emansipatoris dan siap memenuhi panggilan ketaatan (talbiyah) dan hanya berharap memperoleh ridha-Nya. Menjadi tamu Alloh haruslah menunjukkan kebersihan hati, ketulusan niat, dan kesungguhan komitmen untuk tidak memperlihatkan stratifikasi dan arogansi sosial yang sering kali disimbolkan dalam berpakaian.

Makna thawaf bukan sekadar mengelilingi Ka'bah tujuh kali. Thawaf mendidik jamaah haji bergerak dinamis dalam orbit tauhid. Konsistensi dalam bertauhid memacu gerak untuk maju dan terus berperilaku progresif. Orang yang berthawaf adalah orang yang anti-kemunduran dan kejumudan. Thawaf menyadarkan pentingnya nilai mobilitas dan progresivitas sosial. Thawaf merupakan titik tolak menuju transformasi sosial-kultural yang berkeadaban. Thawaf juga merupakan gerakan "tasbih universal" dengan menjadikan tauhidullah sebagai orbit kehidupan.

Sa'i (berusaha, berlari-lari kecil) antara shafa dan marwa melambangkan etos dan disiplin kerja yang tinggi. Hajar, ibunda Ismail, memberikan keteladanan sebagai seorang ibu yang sangat tulus dan pantang menyerah untuk berusaha demi masa depan anaknya. Etos dan disiplin kerja itu harus dimulai dari shafa (ketulusan hati dan kejernihan pikiran). 

Sa’i harus maksimal agar mencapai marwa (kepuasan hati, hasil maksimal atau prestasi tinggi). Sa’i diperankan oleh seorang ibu yang tulus dan penuh kasih sayang terhadap anaknya. Sa’i mendidik kita untuk mendahulukan cinta sesama, dengan memperlihatkan berbagai upaya maksimal "menyelamatkan masa depan" anak bangsa.

Wukuf di Arafah merupakan kesadaran spiritual akan pentingnya "berhenti seraya berefleksi untuk makrifat diri" (introspeksi dan evaluasi diri) dan merasakan kehadiran Alloh
Subhanahu wa Ta'ala. Sebagai lambang miniatur padang "makhsyar" di akhirat kelak, wukuf memberi kesadaran akan pentingnya introspeksi diri, pengenalan jati diri dan "pengadilan terhadap diri sendiri".
Jika selama ini manusia cenderung mengadili orang lain atau tidak pernah berbuat adil, Arafah (arti:
mengenali) adalah momentum yang tepat untuk mengambil keputusan yang arif, apakah selama ini jamaah haji yang berwukuf sudah benar-benar menjadi hamba-Nya ataukah masih menjadi hamba selain-Nya: hamba kekuasaan, hamba kebendaan, hamba kesenangan duniawi? Apakah yang berwukuf itu sudah meneladani akhlak Alloh atau masih selalu mengikuti hawa nafsu dan setan?

Karena itu, di malam hari menuju Mina, para jamaah haji diminta bermabit di Muzdalifah (arti: mendekatkan diri) untuk bertaubat dan bermunajat kepada Alloh sambil menyiapkan "amunisi jihad" di tempat pelemparan (jamarat) di Mina. Mina adalah simbolisasi cita dan cinta. Karena cinta-Nya yang tulus kepada dan karena Alloh semata, Nabi Ibrahim rela "mengorbankan" anak tercinta, Ismail. Berjuang melawan setan dan hawa nafsu hanya bisa dimenangi oleh rasa cinta yang tulus kepada Alloh. Dengan cinta karena-Nya, Ibrahim AS akhirnya memperoleh cita-citanya: anaknya tidak jadi "dikorbankan" karena manusia memang tidak pantas dikorbankan, terutama korban hawa nafsu dan keserakahan, baik serakah harta maupun kekuasaan.


 *****

Sholat 'Id

Tidak kalah sibuk adalah sekretaris dan bendahara panitia, Tassa Yudistira dan Agus Riono, yang terus memonitor bagian penerimaan hewan qurban. Sampai dengan tengah malam, panitia masih terus mendapat setoran hewan qurban, amanat dari para jamaah calon pengurban. Sebelumnya, pada Kamis Pagi tanggal 31 Agustus, dua rit sapi telah turun di kandang hewan qurban DK. Satu rit berjumlah 7 ekor sapi turun pada pagi hari dan satu rit lagi berjumlah 7 ekor, turun pada sore harinya. Sehingga pada pagi hari Jumat 10 Dzulhijjah, menurut catatan Tassa dan Agus, tercatat 14 ekor sapi dan 24 ekor kambing yang diamanatkan oleh jamaah calon pengurban kepada Panitia.


Pemotongan hewan qurban pada pukul 08.15 WIB diawali dengan penyerahan hewan qurban oleh perwakilan pengurban, Ragil S. warga Cluster Lavender kepada panitia yang diterima oleh Ketua DKM DK H.A.S Junaedi, M.Si. Dari proses penyembelihan hewan qurban tahun ini, diperoleh data dari panitia bahwa sebanyak 1.388 paket telah didistribusikan. Daging qurban sebanyak 122 paket merupakan hak pengurban, 877 paket disalurkan kepada warga melalui pengurus RT dan 139 paket disalurkan kepada Badan Komunikasi Majelis Taklim (BKMT) DK, Panitia, TPQ dan tenaga keamanan/satpam. Sedangkan 250 paket dibagikan kepada masyarakat disekitar perumahan TRB melalui jalur proposal yang diajukan kepada panitia beberapa hari sebelumnya.

Serah terima hewan qurban
Pencacahan & Penimbangan
Keceriaan dan keikhlasan tergambar di wajah para panitia

Bersih-bersih usai Hari Raya: "Nyuci Terpal"

Sumber: Musrizal-DKM DK; DK dok.; rasyidwidada.blogspot.co.id/; Muhbib Abdul Wahab, UIN Syarif Hidayatullah & UMJ-Republika)