
*****
"Bank Sampah ?!?"
"Ya ! Bank Sampah !!"
*****
Bank sampah adalah salah satu perwujudan dari kesadaran masyarakat untuk turut berperan aktif mengatasi permasalahan pengelolaan sampah saat ini. Konsep Bank Sampah pada dasarnya mengadopsi konsep dari bank pada umumnya. Transaksi menabung dan menarik dana dari sebuah bank. Hanya saja obyek yang ditabung bukan berupa uang akan tetapi sampah yang dikonversikan menjadi uang.
Dengan menggandeng PT. Pegadaian (Persero) uang tersebut dikonversi dalam bentuk tabungan emas.
Dengan semakin profesional dan tertatanya manajemen bank sampah akan berdampak kepada peningkatan layanan terhadap masyarakat dan berujung kepada tingginya tingkat kepercayaan masyarakat akan kinerja dari bank sampah, sehingga keberadaan bank sampah akan menjadi sebuah jawaban terhadap permasalahan pengelolaan sampah.
*****
21TRB - Minggu pagi 25 November 2018, RW 21 Perumahan Taman Raya Bekasi, meluncurkan satu program baru. Program yang dilabeli dengan "BST 21" kepanjangan dari "Bank Sampah Taman Raya RW 21". Program pengolahan "sampah rumah tangga", program yang selama hampir tiga atau empat tahun belakangan digagas, dicari bentuk operasionalnya untuk mengatasi atau setidaknya mengurangi masalah sampah rumah tangga.
*****
PRA-KONDISI BANK SAMPAH TAMAN RAYA RW 21
Ide akan konsep "Bank Sampah" RW 21 pertama kali diinisiasi oleh Ketua RT 04 Warjimin dan Ketua RW 21 Tripriyogo saat mendapat informasi tentang adanya sebuah daerah yang menjadi pilot project manajemen pengelolaan sampah rumah tangga dengan menggunakan "Konsep Bank Sampah" yaitu Desa Setia Asih Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi.
Maka Sabtu pagi 27 Oktober 2018 yang lalu, Tripriyogo, Warjimin, bersama beberapa orang yang lain - kontingen studi "Bank Sampah" RW 21 TRB - meluncur menuju lokasi di Desa Setia Asih Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi.

Berpose di Taman "The Gade Clean & Gold" Setia Asih - Tarumajaya
![]()
"Ngangsu kawruh" menimba (ilmu) pengetahuan :
"Perbankan Sampah"
![]() |
Armada penjemput "Sampah"
di Bank Sampah Desa Setia Asih
*********
Singkat cerita, setelah sebagian ilmu terserap, tim ini bergerak. Organisasi kepengurusan "Bank Sampah Taman Raya RW 21 (BST 21)" dibentuk. Target nasabah potensial pertama atau "Nasabah Pelopor" diidentifikasi. Tiap RT target disasar lima nasabah. Sehingga dari 13 RT yang ada di wilayah RW 21, target awal nasabah pelopor sebanyak 65 nasabah.
Komunikasi dan koordinasi intensif dilakukan dengan penggiat "Bank Sampah Setia Asih": Rujito. Perkembangan terbentuknya "Bank Sampah Taman Raya RW 21 (BST 21)" kemudian dilaporkan kepada divisi CSR (Corporate Social Responsibility) PT. Pegadaian (Persero) area Jatiwaringin. Selanjutnya lokasi TRB disurvei dan langsung mendapat stimulan 70 nasabah yang masing-masing sudah dibukakan "Rekening Tabungan Emas" (BTE).
Dana stimulan untuk tiap nasabah adalah sebesar Rp 46.130,- dengan rincian :
Lampu hijau dari Pegadaian ini membuat semangat dari para pengurus BST 21 untuk kejar target memastikan "70 nasabah pelopor" dapat tercapai. Konsolidasi dan sosialisasi dilakukan ke setiap RT. Jaringan cepatnya adalah kaum ibu. Dengan pertimbangan kecepatan "networking" untuk urusan sosial lingkungan masyarakat adalah ibu-ibu, via jaringan organisasi PKK, Posyandu, Badan Komunikasi Majelis Taklim (BKMT), program BST 21 ini menyebar cepat.
Dana stimulan untuk tiap nasabah adalah sebesar Rp 46.130,- dengan rincian :
- Biaya admin Rp 10.000,-
- Biaya rekening 1 tahun Rp 30.000,-
- Saldo emas 0,01 gram (Rp 6.130,-)
Lampu hijau dari Pegadaian ini membuat semangat dari para pengurus BST 21 untuk kejar target memastikan "70 nasabah pelopor" dapat tercapai. Konsolidasi dan sosialisasi dilakukan ke setiap RT. Jaringan cepatnya adalah kaum ibu. Dengan pertimbangan kecepatan "networking" untuk urusan sosial lingkungan masyarakat adalah ibu-ibu, via jaringan organisasi PKK, Posyandu, Badan Komunikasi Majelis Taklim (BKMT), program BST 21 ini menyebar cepat.
*****
SOSIALISASI BST 21
Sabtu malam Minggu 10 November 2018 bertempat di Balai Warga RW 21, sosialisasi dilakukan.



Sosialisasi:
audience ibu-ibu PKK, perwakilan BKMT, para pengurus RT
audience ibu-ibu PKK, perwakilan BKMT, para pengurus RT


exercise = berhitung prospek
"Mengubah sampah jadi emas?!?!"
"Program ini menawarkan nilai tambah ekonomi dengan mengubah sampah rumah tangga menjadi tabungan emas. Masyarakat dapat menjual sampah rumah tangganya (yang telah dipilah berdasar kategori) pada pengelola "Bank Sampah" dan hasil penjualannya bisa disimpan dalam bentuk tabungan emas di Pegadaian", harapan Ketua RW 21 Tripriyogo terkait program BST 21.

Produk Tabungan Emas Pegadaian
yang ditawarkan kepada Nasabah Bank Sampah
yang ditawarkan kepada Nasabah Bank Sampah
"Selain nilai ekonomi harapan dari berjalannya program ini adalah mengedukasi masyarakat, merubah perilaku masyarakat dalam "manajemen sampah" rumah tangga", sambung Tripriyogo.
*****
PENGUMPULAN PERDANA "TABUNGAN SAMPAH" - BST 21
Rabu, 21 November 2018 karung-karung "sampah" berlabel "BST 21" didistribusikan ke 13 RT di wilayah RW 21 melalui para Ibu dan istri-istri Ketua RT. Nasabah BST diminta untuk melakukan pemilahan jenis sampah yang akan ditabung dan membersihkannya. Pemilahan yang dilakukan meliputi jenis kategori :
- Kertas/buku
- Plastik
- Kardus
- Logam
Karena bila semua jenis kategori sampah tersebut dicampur dalam satu karung dan kotor, maka nilai jualnya akan rendah dibandingkan dengan yang sudah dipilah.
![]() |
| Pelabelan Karung BST 21 |
Hingga akhirnya, Sabtu 24 November 2018, pengumpulan perdana tabungan sampah dari para nasabah BST 21 dilakukan. Petugas kolektor BST 21 yaitu Gana Munhari dan Riyanto bergerak dari RT ke RT. Mendatangi titik-titik penjemputan di masing-masing RT. Menimbang lalu mengumpulkan hasil "tarikan" di Balai Warga RW 21. Kemudian pada Sabtu sore pengepul dari "Bank Sampah Setia Asih" datang untuk membeli produk sampah BST 21.

Nasabah RT 04

RT 13

RT 05

Nasabah RT 11

Armada "Bank Sampah Setia Asih" sebagai buyer produk sampah "BST-21"

Penimbangan oleh "pengepul"

Penghitungan Hasil Pengumpulan
Tabungan Nasabah
SOFT OPENING BST 21
Minggu 25 November 2018, diawali senam pagi di halaman Balai Warga RW 21, kesibukan persiapan acara soft opening Bank Sampah Taman Raya RW 21 terlihat.
Acara diawali dengan materi dari manajemen PT. Pegadaian (Persero) Yani dan Yanto sebagai mitra. Penyampaian produk-produk dari Pegadaian termasuk diantaranya produk Bank Tabungan Emas (BTE) yang digunakan memfasilitasi program Bank Sampah.
Selanjutnya dilakukan penyerahan buku tabungan dari Pegadaian kepada tiga perwakilan nasabah, yakni: Nana Robiana (Ketua BKMT), Rita Hendarti (PKK) dan Hj. Nurmini (tokoh masyarakat).
Selanjutnya dilakukan penyerahan buku tabungan dari Pegadaian kepada tiga perwakilan nasabah, yakni: Nana Robiana (Ketua BKMT), Rita Hendarti (PKK) dan Hj. Nurmini (tokoh masyarakat).

Yani dari PT. Pegadaian (Persero)

door-prize dari Pegadaian

Yanto dari PT. Pegadaian (Persero)

Penyerahan Buku Tabungan kepada Nasabah : "Simbolis"
Hasil pengumpulan "Tabungan Sampah" perdana total menghasilkan nilai nominal untuk nasabah Rp. 681.184,- atau setara 1,1 gram logam mulia (emas) dengan asumsi harga emas Rp 613.000,-/gram.
- Sampah Campuran = 75 kg (Rp. 75.000,-)
- Kertas/Buku = 124,5 kg (Rp. 130.725,-)
- Kardus = 154 kg (Rp. 169.400,-)
- Plastik = 89,8 kg (Rp. 184.130,-)
- Logam = 28 kg (Rp. 113.804,-)
- Botol kaca = 32 (Rp. 11.200,-)
Rata-rata pendapatan nasabah (hitung kolektif) adalah Rp. 12.910,-. Hasil penjualan perdana tersebut juga telah memberikan keuntungan kepada Manajemen BST 21 senilai Rp 171.916,- atau sebesar 25,2%.
Hasil Penjualan tersebut kemudian dibagikan ke seluruh Nasabah yang sudah menyetor Tabungan Sampahnya dengan pembagian sesuai bobot, jenis sampah yang ditabung serta harga per jenis sampahnya. Dana tersebut selanjutnya ditabung di Pegadaian sebagai Tabungan Emas.
Usai acara soft opening, melihat antusiasme warga sebagai calon nasabah pelopor, Pegadaian berencana akan menambah jumlah nasabah yang akan diberikan stimulan. Dari semula 70 nasabah pelopor ditambah mencapai hingga 80-100 nasabah pelopor BST 21.
Usai acara soft opening, melihat antusiasme warga sebagai calon nasabah pelopor, Pegadaian berencana akan menambah jumlah nasabah yang akan diberikan stimulan. Dari semula 70 nasabah pelopor ditambah mencapai hingga 80-100 nasabah pelopor BST 21.

Pemberian medali penghargaan 3 besar pengumpul saldo perdana terbanyak tabungan BST 21
Pada acara "Soft Opening BST 21" ini, berkesempatan memberikan materi kiat-kiat pengolahan sampah rumah tangga, penggiat "Bank Sampah Setia Asih" : Rujito. Selain produk sampah yang dikonversi menjadi Tabungan Emas, Rujito juga menyampaikan materi tentang cara pengolahan sampah basah (organik) untuk diproses menjadi pupuk organik dengan menggunakan bakteri yang prosesnya ramah lingkungan.


Rujito : Penggiat "Bank Sampah Setia Asih"

*********

Mengakhiri Acara:
"Foto Bersama"
Berita terkait :
*****************
Dok. RW 21 (W/A)
"BST-21"












Tidak ada komentar:
Posting Komentar