※ Sekretariat : Jl. Melati Raya Blok i5 No. 10 Perumahan Taman Raya Bekasi ※

Minggu, 25 November 2018

BANK SAMPAH TAMAN RAYA RW 21 - "BST 21"



*****
"Bank Sampah ?!?"
"Ya ! Bank Sampah !!"

*****


Bank sampah adalah salah satu perwujudan dari kesadaran masyarakat untuk turut berperan aktif mengatasi permasalahan pengelolaan sampah saat ini. Konsep Bank Sampah pada dasarnya mengadopsi konsep dari bank pada umumnya. Transaksi menabung dan menarik dana dari sebuah bank. Hanya saja obyek yang ditabung bukan berupa uang akan tetapi sampah yang dikonversikan menjadi uang. 

Dengan menggandeng PT. Pegadaian (Persero) uang tersebut dikonversi dalam bentuk tabungan emas.

Dengan semakin profesional dan tertatanya manajemen bank sampah akan berdampak kepada peningkatan layanan terhadap masyarakat dan berujung kepada tingginya tingkat kepercayaan masyarakat akan kinerja dari bank sampah, sehingga keberadaan bank sampah akan menjadi sebuah jawaban terhadap permasalahan pengelolaan sampah.


*****

21TRB - Minggu pagi 25 November 2018, RW 21 Perumahan Taman Raya Bekasi, meluncurkan satu program baru. Program yang dilabeli dengan "BST 21" kepanjangan dari "Bank Sampah Taman Raya RW 21". Program pengolahan "sampah rumah tangga", program yang selama hampir tiga atau empat tahun belakangan digagas, dicari bentuk operasionalnya untuk mengatasi atau setidaknya mengurangi masalah sampah rumah tangga. 

*****


PRA-KONDISI BANK SAMPAH TAMAN RAYA RW 21

Ide akan konsep "Bank Sampah" RW 21 pertama kali diinisiasi oleh Ketua RT 04 Warjimin dan Ketua RW 21 Tripriyogo saat mendapat informasi tentang adanya sebuah daerah yang menjadi pilot project manajemen pengelolaan sampah rumah tangga dengan menggunakan "Konsep Bank Sampah" yaitu Desa Setia Asih Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi.

Maka Sabtu pagi 27 Oktober 2018 yang lalu, Tripriyogo, Warjimin, bersama beberapa orang yang lain - kontingen studi "Bank Sampah" RW 21 TRB - meluncur menuju lokasi di Desa Setia Asih Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi.

  
    Berpose di Taman "The Gade Clean & Gold" Setia Asih - Tarumajaya




"Ngangsu kawruh" menimba (ilmu) pengetahuan :
"Perbankan Sampah" 



Armada penjemput "Sampah" 
di Bank Sampah Desa Setia Asih 


*********

Singkat cerita, setelah sebagian ilmu terserap, tim ini bergerak. Organisasi kepengurusan "Bank Sampah Taman Raya RW 21 (BST 21)" dibentuk. Target nasabah potensial pertama atau "Nasabah Pelopor" diidentifikasi. Tiap RT target disasar lima nasabah. Sehingga dari 13 RT yang ada di wilayah RW 21, target awal nasabah pelopor sebanyak 65 nasabah. 

Susunan Pengurus 
BST 21

Komunikasi dan koordinasi intensif dilakukan dengan penggiat "Bank Sampah Setia Asih": Rujito. Perkembangan terbentuknya "Bank Sampah Taman Raya RW 21 (BST 21)" kemudian dilaporkan kepada divisi CSR (Corporate Social Responsibility) PT. Pegadaian (Persero) area Jatiwaringin. Selanjutnya lokasi TRB disurvei dan langsung mendapat stimulan 70 nasabah yang masing-masing sudah dibukakan "Rekening Tabungan Emas" (BTE).
Dana stimulan untuk tiap nasabah adalah sebesar Rp 46.130,- dengan rincian :
  • Biaya admin Rp 10.000,-
  • Biaya rekening 1 tahun Rp 30.000,-
  • Saldo emas 0,01 gram (Rp 6.130,-)

Lampu hijau dari Pegadaian ini membuat semangat dari para pengurus BST 21 untuk kejar target memastikan "70 nasabah pelopor" dapat tercapai. Konsolidasi dan sosialisasi dilakukan ke setiap RT. Jaringan cepatnya adalah kaum ibu. Dengan pertimbangan kecepatan "networking" untuk urusan sosial lingkungan masyarakat adalah ibu-ibu, via jaringan organisasi PKK, Posyandu, Badan Komunikasi Majelis Taklim (BKMT), program BST 21 ini menyebar cepat. 

*****

SOSIALISASI BST 21

Sabtu malam Minggu 10 November 2018 bertempat di Balai Warga RW 21, sosialisasi dilakukan.






 
Sosialisasi: 
audience ibu-ibu PKK, perwakilan BKMT, para pengurus RT


exercise = berhitung prospek

"Mengubah sampah jadi emas?!?!"
"Program ini menawarkan nilai tambah ekonomi dengan mengubah sampah rumah tangga menjadi tabungan emas. Masyarakat dapat menjual sampah rumah tangganya (yang telah dipilah berdasar kategori) pada pengelola "Bank Sampah" dan hasil penjualannya bisa disimpan dalam bentuk tabungan emas di Pegadaian", harapan Ketua RW 21 Tripriyogo terkait program BST 21. 

  
Produk Tabungan Emas Pegadaian
yang ditawarkan kepada Nasabah Bank Sampah

"Selain nilai ekonomi harapan dari berjalannya program ini adalah mengedukasi masyarakat, merubah perilaku masyarakat dalam "manajemen sampah" rumah tangga", sambung Tripriyogo. 


*****

PENGUMPULAN PERDANA "TABUNGAN SAMPAH" - BST 21


Rabu, 21 November 2018 karung-karung "sampah" berlabel "BST 21" didistribusikan ke 13 RT di wilayah RW 21 melalui para Ibu dan istri-istri Ketua RT. Nasabah BST diminta untuk melakukan pemilahan jenis sampah yang akan ditabung dan membersihkannya. Pemilahan yang dilakukan meliputi jenis kategori :
  • Kertas/buku
  • Plastik
  • Kardus
  • Logam


Karena bila semua jenis kategori sampah tersebut dicampur dalam satu karung dan kotor, maka nilai jualnya akan rendah dibandingkan dengan yang sudah dipilah.
Pelabelan Karung BST 21

Hingga akhirnya, Sabtu 24 November 2018, pengumpulan perdana tabungan sampah dari para nasabah BST 21 dilakukan. Petugas kolektor BST 21 yaitu Gana Munhari dan Riyanto bergerak dari RT ke RT. Mendatangi titik-titik penjemputan di masing-masing RT. Menimbang lalu mengumpulkan hasil "tarikan" di Balai Warga RW 21.  Kemudian pada Sabtu sore pengepul dari "Bank Sampah Setia Asih" datang untuk membeli produk sampah BST 21. 


  
Nasabah RT 04

 
RT 13
RT 05

Nasabah RT 11 
 



Armada "Bank Sampah Setia Asih" sebagai buyer produk sampah "BST-21"


Penimbangan oleh "pengepul"




Penghitungan Hasil Pengumpulan 

Tabungan Nasabah


 *****

SOFT OPENING BST 21


Minggu 25 November 2018, diawali senam pagi di halaman Balai Warga RW 21, kesibukan persiapan acara soft opening Bank Sampah Taman Raya RW 21 terlihat.

Acara diawali dengan materi dari  manajemen PT. Pegadaian (Persero) Yani dan Yanto sebagai mitra. Penyampaian produk-produk dari Pegadaian termasuk diantaranya produk Bank Tabungan Emas (BTE) yang digunakan memfasilitasi program Bank Sampah.

Selanjutnya dilakukan penyerahan buku tabungan dari  Pegadaian kepada tiga perwakilan nasabah, yakni: Nana Robiana (Ketua BKMT), Rita Hendarti (PKK) dan Hj. Nurmini (tokoh masyarakat).


Yani dari PT. Pegadaian (Persero)

 door-prize dari Pegadaian


Yanto dari PT. Pegadaian (Persero)


Penyerahan Buku Tabungan kepada Nasabah : "Simbolis"




Hasil pengumpulan "Tabungan Sampah" perdana total menghasilkan nilai nominal untuk nasabah Rp. 681.184,- atau setara 1,1 gram logam mulia (emas) dengan asumsi harga emas Rp 613.000,-/gram. 
  • Sampah Campuran  = 75 kg (Rp. 75.000,-)
  • Kertas/Buku = 124,5 kg (Rp. 130.725,-)
  • Kardus =  154 kg (Rp. 169.400,-)
  • Plastik = 89,8 kg (Rp. 184.130,-) 
  • Logam = 28 kg (Rp. 113.804,-) 
  • Botol kaca = 32 (Rp. 11.200,-)

Rata-rata pendapatan nasabah (hitung kolektif) adalah Rp. 12.910,-. Hasil penjualan perdana tersebut juga telah memberikan keuntungan kepada Manajemen BST 21 senilai Rp 171.916,- atau sebesar 25,2%. 


Hasil Penjualan tersebut kemudian dibagikan ke seluruh Nasabah yang sudah menyetor Tabungan Sampahnya dengan pembagian sesuai bobot, jenis sampah yang ditabung serta harga per jenis sampahnya. Dana tersebut selanjutnya ditabung di Pegadaian sebagai Tabungan Emas. 

Usai acara soft opening, melihat antusiasme warga sebagai calon nasabah pelopor, Pegadaian berencana akan menambah jumlah nasabah yang akan diberikan stimulan. Dari semula 70 nasabah pelopor ditambah mencapai hingga 80-100 nasabah pelopor BST 21.


Pemberian medali penghargaan 3 besar pengumpul saldo perdana terbanyak tabungan BST 21  



Pada acara "Soft Opening BST 21" ini, berkesempatan memberikan materi kiat-kiat pengolahan sampah rumah tangga, penggiat "Bank Sampah Setia Asih" : Rujito. Selain produk sampah yang dikonversi menjadi Tabungan Emas, Rujito juga menyampaikan materi tentang cara pengolahan sampah basah (organik) untuk diproses menjadi pupuk organik dengan menggunakan bakteri yang prosesnya ramah lingkungan.




Rujito : Penggiat "Bank Sampah Setia Asih" 



*********


Mengakhiri Acara:
"Foto Bersama" 


Berita terkait :


*****************
Dok. RW 21 (W/A)
"BST-21"

Kamis, 20 September 2018

Pengelolaan Administrasi Kependudukan : "PENDATAAN WARGA"



RW 21 dalam 2 bulan belakangan ini sedang menguji coba aplikasi pendataan warga. Uji coba dilakukan dengan mengambil obyek data warga RT 10 RW 21. Selama 2 minggu di bulan Agustus lalu, basis data (database) kependudukan RT 10 berhasil disusun dengan menggunakan aplikasi ini.


Latar belakang akan diluncurkannya penggunaan aplikasi pendataan warga adalah karena selama ini pengurus RT maupun RW kesulitan untuk menyajikan/mengetahui kondisi secara kuantitatif  (statistik) dari warganya. Basis data (database) kependudukan yang tersedia baru sebatas jumlah Kepala Keluarga (KK) di masing-masing wilayah RT.

Setelah tahap uji coba "Program Pendataan/Penyusunan Database Warga" akan dilakukan di semua wilayah RT. Ikhtiar pelaksanaan program ini dilakukan adalah dalam rangka meningkatkan pengelolaan administrasi kependudukan warga RW 21.

Berjalannya pelaksanaan program pendataan ini, tentu saja dengan koordinasi dan dukungan-bantuan dari pengelola administrasi di tingkat RT, dalam hal ini Sekretaris di masing-masing RT. Harapan dari pelaksanaan program pendataan ini adalah tersusunnya basis data (database) kependudukan di tiap-tiap RT. Dengan tersusunnya database kependudukan, manfaat yang akan diperoleh adalah membantu meningkatkan manajemen-pengelolaan administrasi kependudukan di masing-masing wilayah RT.

Kemudian dari basis data di tiap RT tersebut nantinya akan diintegrasikan di tingkat RW, Sehingga pada akhirnya akan diperoleh database penduduk di tingkat RW.

Sumber data warga yang harus disiapkan untuk di-input ke dalam aplikasi adalah arsip lembar Kartu Keluarga (KK) yang ada di masing-masing RT, baik Kartu Keluarga (KK) Kabupaten Bekasi maupun Kartu Keluarga (KK) luar Kabupaten Bekasi.


*****

Selasa, 14 Agustus 2018

"TULIP II ORI Putaran 3" - POSYANDU

ORI Difteri putaran ketiga (terakhir)
13 Agustus 2018

21-TRB. Ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok kader Pos Pelayanan Terpadu atau Posyandu TULIP II pada Senin 13 Agustus 2018 melaksanakan pelayanan imunisasi ORI tahap yang ketiga.

ORI Difteri (Outbreak Response Imunization Difteri) adalah suatu kegiatan imunisasi secara massal sebagai upaya memutuskan transmisi penularan penyakit difteri pada anak usia 1 s.d 19 tahun yang tinggal di daerah kejadian luar biasa (KLB) tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya.

Penyakit Difteri disebabkan oleh infeksi bakteri Corynebacterium Diptheriae yang dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti sumbatan saluran nafas serta peradangan pada otot jantung bahkan kematian. Adapun gejalanya antara lain demam 38℃, sakit saat menelan, selaput putih keabu-abuan di tenggorokan,  leher membengkak dan sesak nafas disertai suara mengorok.
Selain itu, bakteri Corynebacterium diptheriae akan mengeluarkan racun difteri yang bisa membuat peradangan otot jantung dan akhirnya dapat menyebabkan kematian. Pengobatannya yaitu dengan rawat inap di ruangan isolasi, pemberian antibiotik dan jika perlu diberikan anti racun difteri atau anti difteri serum.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengimbau warganya untuk melaksanakan Outbreak Response Imunization Difteri (ORI Difteri) melalui imunisasi gratis difteri yang telah melalui kajian sesuai dengan kaidah kesehatan maupun agama.

"Program ini mulai dilaksanakan pada bulan Desember 2017 yang lalu, sebagai putaran pertama. Selanjutnya ORI dilaksanakan sebanyak tiga putaran, dengan interval  0-1-6 bulan. Pada Agustus ini Posyandu TULIP II melaksanakan imunisasi ORI yang merupakan putaran ketiga" terang Bidan Mufidah Nugroho kepada awak 21trb.blogspot.com.

ORI akan memberikan vaksin dengan ketentuan :
1. DPT-HB-Hib bagi usia 1 s.d 5 tahun,
2. DT bagi usia 5 s.d 7 tahun,
3. TD bagi usia 7 s.d 19 tahun

Pemberian layanan imunisasi ORI dilakukan di tempat-tempat :
> Sekolah-sekolah mulai dari TK/PAUD, 

> SD/MI/Sederajat, 
> SMP/MTS/Sederajat, 
> SMA/MA/Sederajat, 
> Pondok pesantren, 
> Perguruan Tinggi/Universitas, 
> Rumah Sakit, Puskesmas, Posyandu, 
> Kegiatan day care, Apartemen, Rusun & Pos Vaksinasi lain yang ditetapkan Puskesmas.

Selain imunisasi ORI Difteri pada Senin pagi tersebut juga pelayanan untuk imunisasi lain dan pemberian vitamin A bagi balita. Para kader Posyandu TULIP II kegiatan ini dibantu oleh para petugas yaitu bidan Puskesmas Desa Mangunjaya Kecamatan Tambun Selatan yang terdiri dari :  Bidan Mufidah N., Bidan Inah Hanan, Bidan Saonah dan Bidan Eka.



Petugas sedang menyiapkan vaksin imunisasi :
Bidan Mufidah, Bidan Inah Hanan, Bidan Saonah, Bidan Eka
Pengarahan sebelum pelaksanaan imunisasi

Vitamin A
Seorang Ibu menggendong bayinya (8 bulan) 
menerima layanan imunisasi Polio 4 (IPV)
Antrian imunisasi ORI Difteri
Salah satu anak terlihat sedang menerima layanan imunisasi
ORI Difteri
Foto bersama usai menjalankan tugas 



Bahan & Sumber : Tulip II, Media & Pribadi (W/A)